Anda Perlu Tahu

Apakah Software (Program Komputer) bisa di-Paten-kan? Pasal 4 (d) UU 13/2016 tentang Paten menyebutkan invensi tidak mencakup aturan dan metode yang hanya berisi program komputer. Tapi jika dibaca penjelasannya, terdapat peluang paten untuk program komputer yang mempunyai karakter (instruksi-instruksi) yang memiliki efek teknis dan fungsi untuk menghasilkan penyelesaian masalah baik yang berwujud (tangible) maupun yang tak berwujud (intangible) merupakan Invensi yang dapat diberi paten. Contoh yang diberikan dalam penjelasan tersebut untuk invensi program komputer yang dapat diberi paten adalah sebagai berikut:

  1. Algoritma adalah metode efektif diekspresikan sebagai rangkaian terbatas dari instruksi-instruksi yang telah didefinisikan dengan baik untuk menghitung sebuah fungsi. Dimulai dari sebuah kondisi awal dan input awal (mungkin kosong), instruksi-instruksi tersebut menjelaskan sebuah komputasi yang, bila dieksekusi, diproses lewat sejumlah urutan kondisi terbatas yang terdefinisi dengan baik, yang pada akhirnya menghasilkan “keluaran” dan berhenti di kondisi akhir. Transisi dari satu kondisi ke kondisi selanjutnya tidak harus deterministik; beberapa algoritma, dikenal dengan algoritma pengacakan, menggunakan masukan acak).
  2. Pengenkripsian informasi dengan cara pengenkodean dan pendekodean untuk mengacak sehingga informasi tidak dapat terbaca oleh pihak lain.

Sejak tanggal 17 Januari 2018, permohonan Pencatatan Hak Cipta hanya dapat dilakukan secara onlineLoket Layanan Terpadu DJKI tidak akan menerima pencatatan secara manual. Bagi Pemohon yang belum memiliki akun dapat meminta akun e-Hak Cipta secara online melalui https://e-hakcipta.dgip.go.id/index.php/register. Jika tidak mempunyai akun dan tidak berkeinginan mempunyai akun atau belum mempunyai akun e-Hak Cipta, dapat melakukan Pencatatan Hak Cipta melalui pihak/orang lain (tidak harus Konsultan KI) yang telah memiliki akun e-Hak Cipta sebagai Kuasa.

HAK CIPTA (Seni, Sastra & Ilmu pengetahuan) dan HAK TERKAIT (Pelaku, Produser Rekaman Suara, Lembaga Penyiaran) bersifat DEKLARATIF, artinya: tidak wajib mengajukan permohonan, lahirnya hak eksklusif sejak diumumkan, hak eksklusif bersifat universal. Jenis KI lainnya disebut HAK KEKAYAAN INDUSTRI (Paten, Merek, Indikasi Geografis, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang, Perlindungan Varietas Tanaman) bersifat KONSTITUTIF, artinya: untuk mendapatkan perlindungan wajib mengajukan permohonan, lahirnya hak eksklusif sejak tanggal penerimaan, dan hak eksklusif bersifat teritorial (berlaku di negara yang diajukan permohonannya). Permohonan Hak Cipta yang diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham disebut Pencatatan yang jika disetujui akan mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan, sedangkan jenis KI lainnya disebut Pendaftaran yang jika disetujui akan mendapatkan Sertifikat.

Ciptaan buku, dan/atau semua hasil karya tulis lainnya, lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks yang dialihkan dalam perjanjian jual putus dan/atau pengalihan tanpa batas waktu, Hak Ciptanya beralih kembali kepada Pencipta pada saat perjanjian tersebut mencapai jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun (Pasal 18 UU 28/2014). Contoh: Anda sebagai Pencipta sebuah buku yang diterbitkan oleh suatu penerbit dengan perjanjian jual putus atau dialihkan tanpa menyebutkan batas waktu, maka secara otomatis Hak Ciptanya akan beralih kembali kepada Anda sebagai Pencipta pada saat perjanjian tersebut mencapai jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun.

Kekayaan Intelektual (KI) merupakan aset tak berwujud (intangible asset). Semua jenis KI dapat beralih atau dialihkan karena pewarisan, hibah, wasiat, atau perjanjian tertulis, dan untuk hak atas Merek terdaftar, Paten, dan Hak Cipta selain bentuk pengalihan di atas juga dapat diwakafkan.

Kekayaan Intelektual (KI) TIDAK hanya Paten, setiap jenis KI melindungi objek yang berbeda-beda, Hak Cipta untuk ilmu pengetahuan, seni, dan sastra (karya tulis, program komputer/software, batik tulis, seni ukir, lagu, musik, dll); Paten untuk teknologi (proses/metode, komposisi/formulasi, dan penggunaannya); Merek untuk nama dan/atau simbol dagang barang/jasa (kata, simbol, suara); Desain Industri untuk esetetika desain benda 2 atau 3 dimensi; Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLS) untuk desain rangkaian elektronika; Rahasia Dagang untuk teknologi atau informasi bisnis yang bernilai ekonomi yang dijaga kerahasiaannya; Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) untuk melindungi varietas tanaman hasil kegiatan pemuliaan. Pahami jenis karya intelektual Anda….

Boleh menggunakan merek yang sama asalkan…… tidak dalam satu kelompok barang/jasa dan yang ditiru bukan merek terkenal yang telah terdaftar di banyak negara. Jadilah KREATIF, INOVATIF, dan PERCAYA DIRI atas KARYA ANDA….