Strategi Perlindungan atas Varietas Tanaman

Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) merupakan salah satu jenis Kekayaan Intelektual (KI) yang memberikan perlindungan selama waktu tertentu (20 tahun tanaman semusim dan 25 tahun tanaman tahunan) atas varietas hasil kegiatan pemuliaan tanaman yang memenuhi syarat baru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama. Pengertian pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan.

Di bidang varietas tanaman, Hak PVT bukanlah sistem atau mekanisme perlindungan satu-satunya atas suatu varietas tanaman. Suatu varietas tanaman dapat dilindungi dengan beberapa sistem perlindungan yang tersedia di Indonesia, apa saja dan bagaimana strateginya secara singkat diuraikan berikut ini.

  1. Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dan Paten

Seperti diketahui, untuk mengembangkan varietas tanaman baru dapat dilakukan melalui 2 cara yakni melalui pemuliaan tanaman klasik dan melalui bioteknologi, misal rekayasa genetika. Varietas tanaman yang dihasilkan dari rekayasa genetika dilindungi dengan PVT, namun proses/metode untuk menghasilkan varietas baru dapat dilindungi dengan Paten, sepanjang persyaratan dipenuhi. Seandainya diinginkan perlindungan ganda tersebut, maka kriteria untuk memenuhi Paten harus diprioritaskan, karena kriteria kebaruan (novelty) pada Paten lebih sulit untuk dicapai dibandingkan pada PVT. Bahkan suatu metode pemuliaan, apabila  memiliki  nilai  ekonomi,  masih  bersifat  “rahasia”  dan  dilakukan  upaya menjaga  kerahasiaan,  apabila  diinginkan,  dapat  pula  dilindungi  dengan  rezim Rahasia Dagang.

  1. Hak PVT, Pendaftaran Varietas, dan Pelepasan Varietas Tanaman

Hak PVT, pendaftaran varietas, dan pelepasan varietas tanaman merupakan tiga istilah yang mempunyai keterkaitan dalam upaya melindungi suatu varietas tanaman. Hak PVT adalah hak yang diberikan kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu (UU No.  29/2000).  Pendaftaran  varietas  tanaman  merupakan  kegiatan  mendaftarkan suatu  varietas  untuk  kepentingan  pengumpulan  data  mengenai  varietas  lokal, varietas yang dilepas dan varietas hasil pemuliaan yang tidak dilepas, serta data mengenai hubungan hukum antara Varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya dan/atau penggunanya (PP No. 13/2004).

Pelepasan varietas tanaman adalah pengakuan pemerintah terhadap suatu varietas baru hasil pemuliaan dan atau introduksi yang dinyatakan dalam Keputusan Menteri Pertanian bahwa varietas tersebut merupakan varietas unggul yang dapat disebarluaskan  (Kepmentan  No. 902/Kpts/TP.240/12/1996).  Introduksi benih atau materi induk dari luar negeri yaitu pemasukan benih atau materi induk dari luar negeri untuk pertama kali (Penjelasan PP No. 44/1995). Pendaftaran varietas dan PVT dilakukan di Pusat PVT-Kementan, sedangkan pelepasan varietas dilakukan di Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Kementerian Pertanian.

Hak PVT dengan hak-hak dan kewajibannya merupakan sutau pilihan bagi pemilik atau penghasil varietas baru untuk memanfaatkan varietas hasil pemuliaan secara ekonomi. Secara hukum, apabila suatu varietas baru dilindungi dengan Hak PVT, maka pemilik/pemegang hak PVT mempunyai kekuatan hukum untuk melarang pihak lain menggunakan varietas tersebut tanpa seijin pemilik/pemegang hak PVT. Berbeda dengan Hak PVT, pendaftaran varietas hanya menekankan pada kepentingan pengumpulan data dan hubungan hukum antara Varietas yang bersangkutan   dengan   pemiliknya,   sedangkan   pelepasan   varietas menunjukkan bahwa suatu varietas merupakan varietas unggul dan aman untuk diperdagangkan/diperjualbelikan.  Apabila terjadi pelanggaran terhadap penggunaan suatu varietas baru oleh pihak lain, secara hukum pendaftaran dan pelepasan varietas tidak mempunyai kekuatan hukum yang lebih dibandingkan dengan Hak PVT. Namun demikian, sesuai dengan UU No. 12/1992, pelepasan varietas merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk varietas hasil pemuliaan maupun introduksi yang akan diperjualbelikan. Berdasarkan UU tersebut, meskipun suatu varietas telah dilindungi dengan Hak PVT atau telah didaftarkan varietasnya, apabila akan diperjualbelikan/diedarkan/diperdagangkan harus melalui prosedur pelepasan varietas terlebih dahulu. Pelepasan varietas tanaman dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, khususnya pengguna benih, bahwa varietas yang dilepas merupakan varietas unggul. Keunggulan tersebut meliputi:

  1. daya hasil tinggi
  2. ketahanan terhadap organisme pengganggu tumbuhan utama
  3. ketahanan terhadap cekaman lingkungan
  4. umur genjah atau kecepatan berproduksi
  5. mutu hasil tinggi dan atau tahan simpan
  6. benih toleran terhadap kerusakan mekanis
  7. bentuk tanaman yang ideal
  8. mempunyai nilai ekonomis tinggi

Berdasarkan uraian di atas, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya melindungi varietas tanaman hasil pemuliaan adalah:

  1. Untuk perlindungan awal terhadap varietas tanaman hasil pemuliaan dapat dilakukan melalui pendaftaran varietas. Pendaftaran varietas tidak dikenakan biaya dan akan menyatakan hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya dan/atau penggunanya.
  2. Regulasi yang berlaku saat ini (UU No. 12/1992) mengharuskan semua varietas tanaman yang akan diperjualbelikan/diedarkan/diperdagangkan harus melalui prosedur pelepasan varietas. Oleh karenanya, apabila potensi ekonomi atau bisnisnya cukup bagus, sebelum mengajukan perlindungan hak PVT dapat diajukan terlebih dahulu pelepasan varietas tanaman. Setelah lulus dalam proses pelepasan varietas tanaman, barulah diajukan perlindungan hak PVT-nya dengan memperhatikan syarat kebaruan dalam PVT, yaitu suatu varietas dianggap baru apabila pada saat penerimaan permohonan hak PVT, bahan perbanyakan atau hasil panen dari varietas tersebut belum pernah diperdagangkan di Indonesia atau sudah diperdagangkan tetapi tidak lebih dari setahun, atau telah diperdagangkan di luar negeri tidak lebih dari empat tahun untuk tanaman semusim dan enam tahun untuk tanaman tahunan. Hak PVT diperlukan agar pemilik/pemegang hak PVT mempunyai kekuatan hukum untuk melarang pihak lain menggunakan varietas tersebut tanpa seijin pemilik/pemegang hak PVT.
This entry was posted in Artikel KI, Post. Bookmark the permalink.

One Response to Strategi Perlindungan atas Varietas Tanaman

  1. you have got an important weblog here! would you like to make some invite posts on my blog?

Leave a Reply

Your email address will not be published.