Mindset Komersialisasi KI harus ditanamkan pada Pengelola Sentra KI dan Pimpinan Perguruan Tinggi

UMS 2 UMS 3
UMS 1

Bertempat di IPB Science and Techno Park (IPB STP) Taman Kencana, Jum’at, 6 April 2018, IPB menerima kunjungan tim Sentra KI (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan riset, kekayaan intelektual (KI), dan komersialisasinya. Tim UMS dipimpin langsung oleh Kepala LPPM dan diterima oleh tim IPB yang dipimpin oleh Direktur Inovasi dan Kewirausahaan IPB dan Direktur PT Bogor Life Science and Technology (BLST) – holding company IPB.

Kepala LPPM UMS menyampaikan maksud dan tujuan tim UMS ke IPB adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan KI di IPB dan mendapatkan masukan dalam rangka menyusun konsep kelembagaan komersialisasi inovasi yang akan didirikan oleh UMS. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Pimpinan UMS telah memberikan ‘lampu hijau’ agar UMS menjalankan fungsi komersialisasi inovasi.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Subdit Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi (PengKomIn) – Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) IPB menyampaikan bagaimana aliran alih teknologi yang berjalan di IPB, mulai dari riset atau penelitian yang dikoordinasikan oleh LPPM IPB, perlindungan KI, upaya promosi dan komersialisasi inovasi, serta kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh DIK IPB, pengembangan bisnis oleh Direktorat Bisnis dan Manajemen Asset Komersial (BisMAK) IPB, proses inkubasi bisnis yang dilakukan oleh InCubie IPB, sampai pada bagian akhir hilirisasi inovasi yang bersifat b2b (business to business) yang ditangani oleh IPB STP dan PT BLST sebagai Satuan Usaha Komersial IPB. Direktur PT BLST yang sekaligus sebagai pengelola IPB STP menyampaikan tentang peran PT BLST dan impian yang ingin dicapai oleh IPB melalui IPB STP (master plan IPB STP) terkait komersialisasi inovasi IPB.

Setiap lembaga atau perguruan tinggi tentu akan mencari dan mempunyai model pengelolaan KI dan inovasi yang sesuai dengan kondisi lembaganya, yang tentu saja bersifat dinamis. Dari diskusi pertemuan tersebut, terdapat 2 (dua) kalimat yang menarik yang disampaikan oleh tim IPB, yaitu “Mindset komersialisasi KI” dan “Learning by doing”. Sejak awal berdirinya sentra KI IPB akhir tahun 1999 yang saat itu masih bernama gugus HKI, sudah tertanam di benak para pengelolanya bahwa pengelolaan KI bukan hanya sekadar perlindungan hukum, tapi yang terpenting adalah KI harus bisa dikomersialkan, sehingga pengelolaan KI harus disertai dengan upaya-upaya promosi dan komersialisasinya. Mindset tersebut juga tercermin pada visi lembaga atau perguruan tinggi, visi IPB 2045 misalnya “Menjadi techno-socio-entrepreneurial university yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika”.

Komersialisasi KI merupakan bagian yang tersulit dan penuh tantangan, terutama untuk kondisi di Indonesia. Apa yang dilakukan oleh IPB? Implementasi kalimat “learning by doing” atau “belajar dengan melakukan” yang dilakukan oleh IPB. IPB terus berupaya mencari model pengelolaan KI dan komersialiasi inovasi yang sesuai kondisi IPB dengan cara belajar dan menerapkannya, sehingga dapat diketahui berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dan bagian-bagian yang perlu diperkuat dan ditingkatkan. Melakukan studi banding dan belajar dari konsep-konsep yang telah ada dan dikembangkan oleh pihak lain, mengembangkan konsep yang sesuai dengan kondisi IPB dan yang terpenting adalah “action” atau mengimplementasikannya. Berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), IPB mendirikan PT BLST sebagai holding company sejak tahun 2003, membangun unit bisnis berbasis aset, jasa, sains dan kepakaran. Sambil jalan, sistem dan mekanisme pengelolaan KI dan komersialiasi inovasi IPB terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kondisi terkini.

Pada kesempatan tersebut, tim UMS juga diajak mengunjungi beberapa fasilitas yang terdapat di IPB STP yang dikelola secara profesional, antara lain ruang pertemuan, pilot plant, penginapan, working space untuk para tenant, technopreneur center (inkubator), dan lain-lain. (MHW)

This entry was posted in Post and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.