Publikasi vs Paten: suatu pilihan atau seiring sejalan?

oleh: Mhd Hendra Wibowo (Koordinator HKI dan Inovasi IPB)

Publikasi ilmiah di jurnal, terutama di jurnal bereputasi internasional telah sejak lama menjadi luaran (output) dari riset yang dilakukan oleh para dosen maupun peneliti. Namun sejak beberapa tahun belakangan kebijakan terhadap luaran riset juga menuntut adanya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yaitu paten, hak cipta, desain industri, merek, desain tata letak sirkuit terpadu (DTLS), dan perlindungan varietas tanaman (PVT). Jumlah HKI, terutama paten menjadi salah satu kriteria dalam borang akreditasi institusi maupun program studi.

Lalu muncul pertanyaan, apakah luaran publikasi dan paten menjadi suatu pilihan? Apakah yang sudah didaftarkan paten tidak dapat dipublikasikan? Atau pertanyaan ekstrimnya apakah paten menghambat publikasi atau sebaliknya? Atau mungkinkah luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya? Penjelasan atas jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas perlu dipahami oleh para dosen dan peneliti, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, bahwa luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya tanpa saling menghambat, asalkan dengan strategi yang tepat. Dalam beberapa kesempatan saya seringkali memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para dosen terkait pertanyaan-pertanyaan di atas.

Paten merupakan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) yang menghasilkan solusi teknik berupa produk maupun proses. Untuk mendapatkan perlindungan paten, terdapat 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diaplikasikan di industri. Syarat kebaruan pada paten berlaku global, artinya pada saat atau sebelum didaftarkan paten, invensi atau hasil riset sejenis belum pernah dipublikasikan di dunia dalam bentuk dan media apapun, baik oleh si peneliti atau inventornya sendiri maupun pihak lain. Syarat kebaruan paten inilah yang seringkali terkesan menjadi “penghalang” dalam proses permohonan paten.

Memang kebaruan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan perlindungan paten. Oleh karenanya, apabila hasil riset sudah sempat dipublikasikan, dalam arti publikasinya telah terbit, maka untuk invensi yang sama persis sudah tidak bisa lagi mendapatkan perlindungan paten, kecuali masih terdapat fitur-fitur atau bagian yang berbeda atau dikembangkan pada produk atau proses yang dihasilkan.

Untuk para dosen/inventor/peneliti yang sedang melakukan riset atau sudah sempat submit publikasi tapi belum terbit, sebaiknya mulai diatur strategi untuk mencapai dua luaran riset sekaligus, yaitu paten dan publikasi. Bagaimana caranya? Pertama, yang ideal adalah jika Anda mempunyai riset yang berpotensi paten, maka daftarkan terlebih dahulu permohonan patennya, baru lakukan publikasi. Pada prinsipnya, hari ini Anda daftarkan paten, pada esok harinya dilakukan publikasi di media apapun sudah aman, dalam arti tidak akan menggugurkan syarat kebaruan dalam permohonan paten. Untuk melakukan promosi dan publikasi suatu invensi tidak harus menunggu sampai permohonan paten granted. Kedua, jika memungkinkan, Anda bisa memilah data dari hasil riset menjadi dua kelompok, kelompok pertama untuk publikasi di jurnal ilmiah dan kelompok kedua untuk diajukan permohonan paten. Ketiga, Anda dapat men-submit usulan artikel publikasi ke jurnal dan secara paralel melakukan proses permohonan paten. Submit publikasi di jurnal tidak berarti artikel Anda langsung diterbitkan, pastinya masih terdapat beberapa proses yang harus dilalui, misalnya proses peer review, antrian untuk diterbitkan, dan lain-lain, yang tentunya memerlukan waktu yang tidak cepat, umumnya paling cepat 6 bulan, untuk jurnal bereputasi internasional bahkan bisa memerlukan waktu 1-2 tahun. Karenanya, selama proses submit tersebut atau selama artikel masih menunggu untuk diterbitkan (belum terbit), Anda dapat memproses permohonan paten. Dengan ketiga strategi tersebut, kedua luaran riset, yaitu paten dan publikasi dapat dicapai, para dosen maupun peneliti tidak harus memilih salah satunya tetapi keduanya dapat dicapai dan seiring sejalan.

This entry was posted in Post. Bookmark the permalink.