KONSEP PENGELOLAAN, FUNGSI, DAN AKTIVITAS SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK (STP)

Perbandingan beberapa STP dan Konsep Pengembangan IPB Science Techno Park [1]

Oleh: Mhd Hendra Wibowo[2]

Berdasarkan sejarahnya, Science and Technology Park (STP) atau Taman Sains dan Teknologi (TST) pertama kali didirikan oleh Stanford University pada tahun 1951 dengan nama Stanford Industrial Park, yang telah mengubah kawasan Silicon Valley dari salah satu wilayah termiskin di Amerika Serikat menjadi pusat teknologi, keuangan, pendidikan dan penelitian global. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di dalam situs web-nya merangkum beberapa definisi STP sebagai berikut:

  • menurut International Association of Science Parks (IASP), taman sains adalah sebuah organisasi yang dikelola oleh para profesional berkeahlian khusus, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya inovasi dan daya saing bisnis dan institusi berbasis pengetahuan.
  • menurut United Kingdom Science Park Association (UKSPA), taman sains adalah dukungan bisnis dan inisiatif alih teknologi yang mendorong dan mendukung start-up dan inkubasi inovasi, serta bisnis berbasis pengetahuan.
  • American Association of University Research Parks mendefinisikan taman riset (research park) secara eksplisit sebagai properti dan bangunan yang dirancang terutama untuk fasilitas riset dan pengembangan pribadi/publik, teknologi tinggi dan perusahaan berbasis sains, serta layanan pendukung lainnya.

Di Indonesia, pengembangan STP telah didorong oleh Pemerintah sejak tahun 2002, yang diatur dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU 18/2002). Pasal 14 UU 18/2002 menyatakan bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau badan usaha dapat membangun kawasan, pusat peragaan, serta sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi lain untuk memfasilitasi sinergi dan pertumbuhan unsur-unsur kelembagaan dan menumbuhkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan masyarakat”. Pasal ini memberikan kesempatan dan mendorong semua pihak, pemerintah dan swasta untuk mengembangkan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti kawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (science and technology park) yang dapat memfasilitasi sinergi dan pertumbuhan serta interaksi unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menumbuhkan kecintaan dan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, pengembangan STP dinilai sebagai langkah strategis bangsa dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan teknologi dari perguruan tinggi dan lembaga riset dan pengembangan (risbang) agar dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat. Pengembangan STP menjadi bagian dari visi misi Presiden RI yang tertuang dalam Nawa Cita ke-6, yaitu membangun sejumlah science and techno park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 telah menetapkan akan membangun 100 buah STP di seluruh wilayah Indonesia.

Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memperkenalkan secara resmi IPB Science Techno Park yang berlokasi di kampus IPB Taman Kencana, Kota Bogor pada September 2016 dalam rangka Dies Natalis IPB ke-53. IPB Science Techno Park merupakan area terintegrasi untuk penelitian, pengembangan dan komersialisasi produk pertanian, kelautan, dan biosains tropika yang didukung fasilitas terkonsolidasi, infrastruktur yang sangat baik, efektivitas aturan dan regulasi yang kondusif. IPB Science Techno Park dikelola secara profesional dan nantinya akan menjadi salah satu anak perusahaan PT Bogor Life Science and Technology (PT BLST), perusahaan induk IPB. Pembangunan dan pengembangan IPB Science Techno Park terus dilakukan, baik secara fisik (bangunan) mupun konsep, termasuk konsep pengelolaan, fungsi, dan aktivitasnya. Kajian ini dilakukan untuk memberikan masukan kepada PT BLST dalam mengembangkan konsep pengelolaan, fungsi, dan aktivitas IPB Science Techno Park. Kajian dilakukan berdasarkan studi literatur dengan membandingkan fungsi dan aktivitas beberapa STP dan menganalisisnya menjadi suatu rumusan konsep pengembangan IPB Science Techno Park.

Lebih detail lihat artikel KONSEP PENGELOLAAN, FUNGSI, DAN AKTIVITAS SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK

[1] Studi literatur dalam rangka meninjau konsep pengembangan IPB Science Techno Park tahun 2017.

[2] Koordinator HKI dan Inovasi, Direktorat Riset dan Inovasi IPB.

This entry was posted in Post. Bookmark the permalink.