Tenant sebagai Bagian dari Science and Technology Park (STP)

Science and Technology Park (STP) menjalankan fungsi antara lain melakukan transfer teknologi antara perguruan tinggi, lembaga litbang, dan industri; memfasilitasi penciptaan dan pertumbuhan perusahaan berbasis inovasi melalui proses inkubasi dan spin-off; dan menyediakan layanan bersama untuk meningkatkan nilai tambah dengan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi. Tenant merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu STP, karena kinerja suatu STP salah satunya diukur dari keberhasilan STP dalam membina Tenant-tenant-nya dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Tenant secara bahasa berarti orang yang menempati tanah atau properti dengan cara menyewanya. Dalam STP, Tenant merupakan suatu unit bisnis atau perusahaan berbasis inovasi baik perusahaan pemula (start-up) maupun perusahaan yang telah mandiri, yang umumnya masih berskala kecil sampai menengah, yang menempati properti beserta fasilitas dan dukungan yang disediakan oleh STP. Namun demikan tidak menutup kemungkinan salah satu unit bisnis perusahaan besar juga bergabung sebagai Tenant STP. Dukungan yang diberikan oleh STP dapat berupa bimbingan/pembinaan kepada perusahaan pemula melalui proses inkubasi teknologi dan bisnis untuk menjadi perusahaan yang mandiri dan pengembangan bisnis ke skala yang lebih besar.

Directorate General for Regional and Urban policy-European Commission (2013) mencatat empat dukungan utama dari STP yang diperlukan oleh Tenant, yaitu:

  • Hubungan dengan mitra penyedia pengetahuan (knowledge), penghasil riset dan teknologi/inovasi. STP memfasilitasi hubungan antara Tenant dengan perguruan tinggi atau lembaga litbang, antara lain dengan cara menciptakan kerjasama bilateral (one-to-one ‘matchmaking’) dan acara-acara regular seperti temu bisnis, business investment summit, dan lain-lain.
  • Dukungan bisnis baik secara umum maupun spesifik. STP diharapkan mempunyai sumber daya manusia (SDM) profesional di bidang bisnis yang dapat bertindak sebagai konsultan bisnis dan menjadi kontak pertama bagi Tenant terkait kebutuhan dukungan bisnis yang mencakup perencanaan bisnis, pemasaran, globalisasi, peningkatan kualitas, dan SDM. Dukungan bisnis tersebut diberikan dengan beberapa skema, misalnya diberikan secara gratis untuk Tenant yang mengembangkan inovasi dari perguruan tinggi, diberikan secara subsidi untuk Tenant yang baru pada tahap awal pendirian, dan lain-lain.
  • Dukungan komersialisasi, perlindungan kekayaan intelektual (KI) dan Paten.
  • Akses terhadap keuangan dan modal ventura. Beberapa STP memiliki dana/modal khusus yang dapat digunakan untuk membantu Tenant dalam pengembangan bisnisnya. Investor cenderung merespon positif terhadap perusahaan yang berada di STP karena mereka tahu bahwa peluang bertahan dan pertumbuhan lebih tinggi di lingkungan yang mendukung daripada di tempat lain. STP dapat berperan dalam memfasilitasi Tenant untuk mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan lainnya atau calon investor.

 

This entry was posted in Post. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *