Mudik Lebaran Idul Fitri 1438 H: Menjajal tol fungsional Brebes – Batang

Mudik atau pulang ke kampung halaman sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama saat Lebaran Idul Fitri, termasuk saya dan keluarga yang pada tahun 2017 melakukan mudik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah ke Semarang, kampung halaman istri. Menggunakan minibus kami berangkat dari Bogor menuju Semarang pada hari Selasa, 20 Juni 2017, sekitar pukul 22.30 WIB. Tak disangka, bermaksud menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada 23 Juni 2017, malam itu ternyata jalanan mulai ramai dipenuhi oleh para pemudik yang berpikiran sama dengan kami yang memilih berangkat mudik lebih awal. Alhasil waktu tempuh perjalanan Bogor – Semarang dengan beberapa kali istirahat untuk sahur dan sholat yang biasanya dapat ditempuh selama 10 – 12 jam, kali ini kami tempuh selama kurang lebih 21 jam.

Jalan tol fungsional dari Kaligangsa Brebes Timur hingga Gringsing Batang, Jawa Tengah, resmi dibuka untuk jalur mudik lebaran Idul Fitri 2017 pada Senin, 19 Juni 2017. Tol fungsional ini dibuka untuk memecah kepadatan arus mudik yang mungkin terjadi di jalur Pantura, khususnya di gerbang tol Breksit (Brebes Timur). Awalnya tidak ada niatan untuk menjajal tol fungsional ini karena prediksi awal akan sampai di Brebes Timur sekitar pukul 4 atau 5 pagi (masih dalam kondisi gelap), tetapi karena kami sampai Brebes Timur sekitar pukul 11.30 siang, maka kami putuskan untuk mencoba tol fungsional Brebes – Batang. Saya akan berikan gambaran kondisi jalan tol fungsional Brebes – Batang berdasarkan pengalaman dan penilaian pribadi saya saat melalui jalan tersebut.

Saat memasuki ruas tol Brebes Timur, terdapat 2 pilihan bagi para pengendara, apakah akan keluar tol melalui gerbang tol Breksit atau meneruskan perjalanan menggunakan jalan tol fungsional Brebes – Batang melalui gerbang tol Kaligangsa. Jalan tol fungsional ini terdiri atas 2 lajur yang pada arus mudik dibuat searah ke arah Batang, batas kecepatan yang tertulis adalah maksimal 40 km/jam. Secara fisik, kondisi untuk 2 lajur jalan tersebut telah dicor, menurut saya, kelihatannya masih berupa cor dasar yang tidak terlalu tebal dan masih banyak jalan yang bergelombang. Marka jalan juga menyarankan agar kendaraan yang melintas jalan tersebut tidak saling mendahului. Pada beberapa ruas jalan, cor-an sudah relatif rata sehingga kendaraan bisa saja dipacu 60 – 80 km/jam, tetapi tentu hal ini melanggar batas kecepatan yang disarankan…. :-)

 

Dalam video yang saya sertakan terlihat bahwa di sepanjang jalan belum terdapat penerangan jalan, belum terdapat pembatas jalan, dan masih terdapat peralatan/perlengkapan konstruksi jalan. Sebagian jembatan merupakan jembatan sementara yang masih berupa konstruksi besi, belum berupa jembatan cor.

Saya perhatikan untuk ruas jalan mulai dari gerbang tol Kaligangsa Brebes sampai keluar tol Pemalang, kondisi jalan relatif masih bersih, tetapi setelahnya sebagian jalan banyak yang berdebu. Jika Anda menggunakan kendaraan yang tidak ber-AC yang harus membuak jendela atau filter AC-nya kurang berfungsi dengan baik, saya sarankan tidak melalui jalur tol fungsional, karena dapat dipastikan debu akan masuk ke kendaraan Anda dan dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan Anda, kecuali Anda menggunakan masker mulut/hidung…. :-)

Sepanjang jalan tol fungsional Brebes – Batang terdapat beberapa pintu keluar, tetapi saya tidak hafal semua, yang saya ingat Anda bisa keluar Pemalang, Slawi/Banjarnegara, Pekalongan, Batang, dan Gringsing. Saat itu kendaraan kami diarahkan oleh petugas untuk keluar Batang, mungkin untuk memecah kepadatan agar kendaraan tidak menumpuk di pintu keluar Gringsing.

Dilihat dari fasilitas yang disediakan oleh pengelola jalan tol, menurut saya sudah cukup memadai. Saya perhatikan banyak terdapat rest area sementara baik di kiri maupun di kanan jalan. Selain rest area kecil, saya mencatat paling tidak terdapat 2 rest area yang cukup besar yang di dalamnya tersedia minimarket, rumah makan, pom bensin, dll. Beberapa rest area disediakan oleh Pihak Kepolisian dan Pihak TNI setempat. Meskipun kami tidak mampir atau berhenti di salah satu rest area di sepanjang jalan tol fungsional Brebes – Batang, menurut saya Pengelola tol sudah cukup baik dalam mengantisipasi para pemudik yang ingin beristirahat atau mengantisipasi kendaraan yang kehabisan bensin. Namun demikian, untuk urusan bahan bakar kendaraan, menurut saya lebih baik tangki mobil Anda sudah diisi full atau setidaknya setengah full sebelum memasuki jalan tol fungsional.

Itu saja yang dapat saya informasikan mengenai kondisi jalan tol fungsional Brebes – Batang berdasarkan pengalaman saat saya melintasi jalan tersebut. Semoga bermanfaat, selamat menikmati perjalanan mudik bagi yang akan mudik, selamat bertemua dengan keluarga, dan semoga selamat sampai tujuan. SELAMAT IDUL FITRI 1438 H, mohon maaf lahir dan batin.

 

This entry was posted in Post. Bookmark the permalink.

5 Responses to Mudik Lebaran Idul Fitri 1438 H: Menjajal tol fungsional Brebes – Batang

  1. Can I just say what a reduction to find somebody who really is aware of what theyre speaking about on the internet. You definitely know the right way to carry a difficulty to mild and make it important. More people must learn this and perceive this facet of the story. I cant imagine youre no more in style since you definitely have the gift.

  2. sbobet says:

    Tks atas sharenya pak Hendra. Stph membaca sy sangat prihatin krn selama ini pembangunan yg dilakukan sll mendadak menjelang Hr Raya dan seakan dipaksakan untuk segera bisa digunakan saat mudik.

  3. Manstafff…

    Hanupis sharenya kk Hend…

  4. Hendra Bowo says:

    Iya bu Lanjar, kalo melihat kondisinya jelas belum terlalu layak, kelihatannya pembangunannya juga belum sampe 50%. Tp menurut sy bisa sbg alternatif untuk memecah kepadatan jalur Pantura…. Semoga tahun depan jalan tol tsb sdh layak operasional.

  5. Lanjarsih says:

    Tks atas sharenya pak Hendra. Stph membaca sy sangat prihatin krn selama ini pembangunan yg dilakukan sll mendadak menjelang Hr Raya dan seakan dipaksakan untuk segera bisa digunakan saat mudik. Tanpa memperhatikan resiko bagi penggunanya,Smg dg pengalaman yg ada pemerintah akan lebih memperhatikan perencanaan yg lebih matang sehingga tdk akan terjadi lg pengalaman yg telah ada.
    ada pppemerintahbakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *