Pelatihan Penelusuran dan Penulisan Deskripsi Paten

Poster-A3-Pelatihan-Paten-Ok

Latar Belakang

Kekayaan Intelektual (KI) merupakan hasil karya dari kecerdasan manusia melalui curahan tenaga, pikiran, daya cipta, rasa serta karsa yang mempunyai nilai atau manfaat ekonomi bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Sebagai suatu kekayaan, KI dikategorikan sebagai aset tak berwujud (intangible asset) yang perlu dikelola dengan baik dengan sistem KI yang telah berlaku secara global. Sistem KI merupakan perlindungan terhadap karya intelektual yang dihasilkan manusia yang berbasis hukum dan digunakan sebagai salah satu instrumen bisnis. Saat ini, terdapat tujuh jenis KI yang telah berkembang dan disahkan melalui Undang-undang oleh Pemerintah Indonesia, yaitu Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), Rahasia Dagang, dan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Paten merupakan salah satu dari tujuh jenis KI yang telah resmi diimplementasikan di Indonesia. Paten sebagai instrumen perlindungan hukum terhadap KI di bidang teknologi menjadi salah satu indikator kemajuan suatu negara, utamanya yang berorientasi pada knowledge based economy. Konsekuensi dari semua itu, semua elemen penghasil ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), termasuk didalamnya perguruan tinggi dan lembaga riset dan pengembangan (risbang) negeri maupun swasta, sudah seharusnya berupaya semaksimal mungkin menerapkan sistem tersebut dalam melakukan kegiatan risbang.

Sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia akan pentingnya sistem KI, khususnya Paten, harus dilakukan secara kontinyu. Upaya-upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas aplikasi paten dari para periset Indonesia terus dilakukan oleh berbagai pihak (Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Risbang pemerintah/swasta) dalam bentuk pameran, seminar, workshop, dan pelatihan, atau bentuk tertulis seperti brosur, poster, buku, dan lain-lain.

Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang sistem KI, khususnya sistem paten, serta meningkatkan kualitas aplikasi paten dari para periset baik dari perguruan tinggi, lembaga risbang pemerintah dan swasta. Salah satu dokumen penting yang sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu permohonan paten adalah dokumen spesifikasi paten atau deskripsi paten yang terdiri atas judul, deskripsi, klaim, abstrak, dan gambar (jika ada). Penulisan deskripsi paten mempunyai aturan/format tertentu dan memerlukan keahlian tertentu terutama dalam penyusunan klaim. Penulisan deskripsi paten yang benar dan tepat akan menentukan lingkup perlindungan paten-nya dan mempengaruhi lamanya waktu pemeriksaan substantif.

Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, 15-16 Agustus 2018 bertempat di Ruang Gaharu IPB Science Park Taman Kencana, Kota Bogor.

Tujuan

Tujuan kegiatan ini adalah:

  • memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang sistem KI dan informasi terkini terkait sistem KI,
  • meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun spesifikasi dokumen paten (deskripsi paten).

Luaran

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran berupa:

  • peserta mengerti dan dapat membedakan jenis-jenis KI yang telah resmi diimplementasikan di Indonesia, khususnya paten,
  • peserta mampu menyusun deskripsi paten sesuai dengan ketentuan penulisan spesifikasi dokumen paten,
  • draft deskripsi paten yang siap untuk didaftarkan paten.

Peserta

Target peserta sebanyak 30 orang yang terdiri atas para periset, pengelola sentra atau unit KI, konsultan atau calon konsultan KI dari perguruan tinggi, lembaga risbang, dan swasta. Mekanisme dan ketentuan untuk mengikuti pelatihan ini sebagai berikut:

  1. Melakukan pendaftaran daring (e-registrationdi sini.
  2. Waktu pendaftaran dan pembayaran biaya (pengiriman bukti pembayaran) kepesertaan paling lambat tanggal 6 Agustus 2018 (early bird)dan 13 Agustus 2018 (reguler).
  3. Diutamakan mempunyai hasil riset di bidang teknologi dan membawa soft copy-nya beserta laptop untuk keperluan praktik. Untuk efektivitas pelaksanaan pelatihan, diharapkan peserta telah menyusun draft awal deskripsi paten, format penulisan paten akan diterima dalam auto-notifikasi email konfirmasi pendaftaran.
  4. Biaya investasi:
    • Tidak dikenakan biaya (Free) untuk kuota 20 orang:
      • 13 orang staf IPB (dosen/peneliti)
      • 2 orang staf Sentra KI Polinela
      • 5 orang mahasiswa IPB
    • Mahasiswa dan umum : Rp. 1.000.000 (regular) ; Rp 700.000 (early bird)
  5. Biaya investasi dikirimkan ke Bank BNI 46 a.n Rektor IPB CQ Dit Inovasi dan Kewirausahaan, No. Rek. 3889675.
  6. Untuk kategori peserta free, apabila pendaftar melebihi kapasitas yang disediakan, maka panitia akan melakukan seleksi berdasarkan formulir dan abstrak.
  7. Fasilitas yang diperoleh peserta:
    • Materi pelatihan dalam bentuk softcopy
    • Sertifikat
    • Konsumsi
    • Koneksi internet.

Susunan Acara

Waktu Materi
Hari Pertama  
08.00-08.30 Registrasi Peserta
08.30-08.45 Sambutan dan Pembukaan

Wakil Rektor IPB bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan

08.45-09.00 Pre-test
09.00-09.15 Coffee Break
09.15-12.00 Pengenalaan Sistem dan Manajemen KI

  • Pengertian KI dan jenis-jenis KI, khususnya sistem paten

Nara Sumber: Mhd Hendra Wibowo (Patent Drafter IPB / Anggota Tim Fasilitator KI Dit Pengelolaan KI Kemristekdikti)

  • Pengelolaan KI, peran dan fungsi kantor alih teknologi (sentra KI)

Nara Sumber: Drh I Ketut Mudite Adnyane, PhD (Kepala Subdit Pengelolaan dan Komersialisasai Inovasi IPB)

12.00-13.00 ISHOMA
13.00-16.00 How to search patent document ? (teori dan praktik)

  • Pengertian penelusuran paten dan manfaat analisis dokumen paten
  • Mencari dokumen paten secara online
  • Menganalisis persamaan dan perbedaan dokumen paten pembanding dengan invensi yang akan dimohonkan paten

Nara Sumber: Drs. H. Said Nafik S.H.,M.Si (Pemeriksa Paten Senior DJKI)

Note: diselingi dengan coffee break

16.00-16.15 Summary Hari Pertama
   
Hari Kedua  
07.45-08.30 Registrasi Peserta
08.30-12.00 How to write patent document ? (teori dan praktik)

  • Sistematika deskripsi paten
  • Tips dalam menulis deskripsi paten
  • Latihan menulis deskripsi paten

Nara Sumber : Mhd Hendra Wibowo (Patent Drafter IPB / Anggota Tim Fasilitator KI Dit Pengelolaan KI Kemristekdikti) dan Tim KI IPB

Note: diselingi dengan coffee break

12.00-12.15 Post Test
12.15-12.30 Penutupan

Direktur Inovasi dan Kewirausahaan IPB

Sekretariat

Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) IPB
Gd. A.H. Nasoetion Lt. 5, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Jawa Barat – Indonesia
Telp./Fax: +62-251-8624512
E-mail: dik@apps.ipb.ac.id
Situs web: http://dik.ipb.ac.id
Narahubung : Luluk Annisa

Posted in Post | Comments Off on Pelatihan Penelusuran dan Penulisan Deskripsi Paten

Workshop PVT

Brosur workshop PVT 19 Juli 2018_Rev 2

Workshop PVT, 19 Juli 2018

Posted in Post | Comments Off on Workshop PVT

Strategi Perlindungan atas Varietas Tanaman

Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) merupakan salah satu jenis Kekayaan Intelektual (KI) yang memberikan perlindungan selama waktu tertentu (20 tahun tanaman semusim dan 25 tahun tanaman tahunan) atas varietas hasil kegiatan pemuliaan tanaman yang memenuhi syarat baru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama. Pengertian pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan.

Di bidang varietas tanaman, Hak PVT bukanlah sistem atau mekanisme perlindungan satu-satunya atas suatu varietas tanaman. Suatu varietas tanaman dapat dilindungi dengan beberapa sistem perlindungan yang tersedia di Indonesia, apa saja dan bagaimana strateginya secara singkat diuraikan berikut ini. Continue reading

Posted in Artikel KI, Post | Leave a comment

Menambah Ilmu tentang Hak PVT

Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) merupakan salah satu jenis Kekayaan Intelektual (KI) yang memberikan perlindungan selama waktu tertentu (20 tahun tanaman semusim dan 25 tahun tanaman tahunan) atas varietas hasil kegiatan pemuliaan tanaman yang memenuhi syarat baru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama. Pengertian pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan.

Foto Rakor PVT Lembang 2 Foto Rakor PVT Lembang 1

Bertempat di stasiun uji BUSS (Baru, Unik, Seragam, Stabil) Manoko – Lembang, Jawa Barat, pada Rabu, 18 April 2018, Hendra dan tim KI Subdit Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi – Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan IPB berkesempatan menambah ilmu tentang Hak PVT. Kegiatan tersebut merupakan Koordinasi Teknis Hak PVT yang diselenggarakan oleh Pusat PVT dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut memperkenalkan stasiun uji BUSS Manoko – Lembang untuk tanaman dataran tinggi. Uji BUSS merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hak PVT.

Foto Rakor PVT Lembang 4 Foto Rakor PVT Lembang 3

Sesi siang/sore disampaikan beberapa usulan dan diskusi terkait perubahan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 121/Permentan/OT.140/11/2013 tentang Syarat dan Tata Cara Permohonan dan Pemberian Hak Perlindungan Varietas Tanaman. Selain itu, PPVTPP juga memperkenalkan sistem pendaftaran hak PVT secara online.

Posted in Post | Leave a comment

Mindset Komersialisasi KI harus ditanamkan pada Pengelola Sentra KI dan Pimpinan Perguruan Tinggi

UMS 2 UMS 3
UMS 1

Bertempat di IPB Science and Techno Park (IPB STP) Taman Kencana, Jum’at, 6 April 2018, IPB menerima kunjungan tim Sentra KI (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan riset, kekayaan intelektual (KI), dan komersialisasinya. Tim UMS dipimpin langsung oleh Kepala LPPM dan diterima oleh tim IPB yang dipimpin oleh Direktur Inovasi dan Kewirausahaan IPB dan Direktur PT Bogor Life Science and Technology (BLST) – holding company IPB.

Kepala LPPM UMS menyampaikan maksud dan tujuan tim UMS ke IPB adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan KI di IPB dan mendapatkan masukan dalam rangka menyusun konsep kelembagaan komersialisasi inovasi yang akan didirikan oleh UMS. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Pimpinan UMS telah memberikan ‘lampu hijau’ agar UMS menjalankan fungsi komersialisasi inovasi.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Subdit Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi (PengKomIn) – Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) IPB menyampaikan bagaimana aliran alih teknologi yang berjalan di IPB, mulai dari riset atau penelitian yang dikoordinasikan oleh LPPM IPB, perlindungan KI, upaya promosi dan komersialisasi inovasi, serta kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh DIK IPB, pengembangan bisnis oleh Direktorat Bisnis dan Manajemen Asset Komersial (BisMAK) IPB, proses inkubasi bisnis yang dilakukan oleh InCubie IPB, sampai pada bagian akhir hilirisasi inovasi yang bersifat b2b (business to business) yang ditangani oleh IPB STP dan PT BLST sebagai Satuan Usaha Komersial IPB. Direktur PT BLST yang sekaligus sebagai pengelola IPB STP menyampaikan tentang peran PT BLST dan impian yang ingin dicapai oleh IPB melalui IPB STP (master plan IPB STP) terkait komersialisasi inovasi IPB.

Setiap lembaga atau perguruan tinggi tentu akan mencari dan mempunyai model pengelolaan KI dan inovasi yang sesuai dengan kondisi lembaganya, yang tentu saja bersifat dinamis. Dari diskusi pertemuan tersebut, terdapat 2 (dua) kalimat yang menarik yang disampaikan oleh tim IPB, yaitu “Mindset komersialisasi KI” dan “Learning by doing”. Sejak awal berdirinya sentra KI IPB akhir tahun 1999 yang saat itu masih bernama gugus HKI, sudah tertanam di benak para pengelolanya bahwa pengelolaan KI bukan hanya sekadar perlindungan hukum, tapi yang terpenting adalah KI harus bisa dikomersialkan, sehingga pengelolaan KI harus disertai dengan upaya-upaya promosi dan komersialisasinya. Mindset tersebut juga tercermin pada visi lembaga atau perguruan tinggi, visi IPB 2045 misalnya “Menjadi techno-socio-entrepreneurial university yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika”.

Komersialisasi KI merupakan bagian yang tersulit dan penuh tantangan, terutama untuk kondisi di Indonesia. Apa yang dilakukan oleh IPB? Implementasi kalimat “learning by doing” atau “belajar dengan melakukan” yang dilakukan oleh IPB. IPB terus berupaya mencari model pengelolaan KI dan komersialiasi inovasi yang sesuai kondisi IPB dengan cara belajar dan menerapkannya, sehingga dapat diketahui berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dan bagian-bagian yang perlu diperkuat dan ditingkatkan. Melakukan studi banding dan belajar dari konsep-konsep yang telah ada dan dikembangkan oleh pihak lain, mengembangkan konsep yang sesuai dengan kondisi IPB dan yang terpenting adalah “action” atau mengimplementasikannya. Berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), IPB mendirikan PT BLST sebagai holding company sejak tahun 2003, membangun unit bisnis berbasis aset, jasa, sains dan kepakaran. Sambil jalan, sistem dan mekanisme pengelolaan KI dan komersialiasi inovasi IPB terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kondisi terkini.

Pada kesempatan tersebut, tim UMS juga diajak mengunjungi beberapa fasilitas yang terdapat di IPB STP yang dikelola secara profesional, antara lain ruang pertemuan, pilot plant, penginapan, working space untuk para tenant, technopreneur center (inkubator), dan lain-lain. (MHW)

Posted in Post | Tagged , , | Leave a comment

IPB Selenggarakan Tribute to Innovators 2017

D

Inovasi menjadi salah kata kunci penting untuk peningkatan daya saing suatu bangsa, dimana peran inovasi bidang teknologi dan sosial menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan. Melalui berbagai program pengembangan perusahaan rintisan (start-up), IPB berusaha mempercepat proses hilirisasi hasil riset (inovasi) yang sudah dirasakan manfaatnya dalam mendukung pembangunan pertanian dalam arti luas. Melalui usaha yang terstruktur sejak tahun 2008, IPB telah mempraktekan proses bisnis hilirisasi inovasi yang melibatkan sinergisme beberapa unit kerja, sejak dilaksanakannya kegiatan penelitian, identifikasi hasil penelitian yang bermanfaat, pendaftaran inovasi propektif, seleksi insentif inovasi, calon perusahaan pemula, inkubasi teknologi hingga pembinaan techno-socio-preneur.

IPB saat ini merupakan perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi terbanyak di Indonesia, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2008-2017), IPB mendominasi daftar Karya Inovatif Indonesia Paling Prospektif hasil seleksi Business Innovation Center (BIC). Kontribusi IPB selama sepuluh tahun terakhir mencapai 407 inovasi dari total 1045 inovasi Indonesia atau sebanyak 38.95%, sehingga dengan capaian yang diraih dapat dikatakan bahwa IPB dapat dikategorikan sebagai kampus inovasi. Selain itu, di tahun 2017, IPB juga memperoleh penghargaan “Anugerah IPTEK Widyapadhi 2017” dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Penghargaan tersebut merupakan anugerah atau apresiasi kepada perguruan tinggi atas prestasinya dalam penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi melalui penguatan kelembagaan, sumberdaya manusia dan jaringan inovasi.

Prestasi dan capaian yang telah diraih oleh IPB tersebut tentunya tidak terlepas dari peran serta dan dukungan dari berbagai pihak, terutama para dosen/peneliti/ inovator/inventor yang telah menghasilkan berbagai karyanya yang inovatif serta unit – unit terkait yang menunjang terciptanya budaya berinovasi di lingkungan IPB. Kegiatan penghargaan dan perhatian sangat diperlukan sebagai sarana memberikan motivasi kepada dosen, peneliti, dan unit kerja terkait untuk terus berinovasi. Melalui kegiatan “Tribute to Innovators 2017” ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para dosen, peneliti, inovator dan unit kerja yang ada di lingkungan IPB.

Kegiatan Tribute to Innovators 2017 ini merupakan rangkaian acara Malam Apresiasi Inovator dan Mitra IPB 2017. Tribute to Innovators ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan oleh IPB, setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2015. Tribute to Innovators 2017 ini memberikan apresiasi kepada para Inovator IPB penghasil inovasi tahun 2016-2017.

Selamat atas prestasi yang telah diraih oleh para inovator IPB, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya dan kerja keras para inovator IPB dalam menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat dan berdampak pada masyarakat dan industri serta turut serta dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Sumber: Direktorat Riset dan Inovasi IPB

Posted in Post | Leave a comment

Kebersamaan Keluarga Besar wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama (WRRK) Diakhir Periode 2012-2017

IMG_20171203_113944
Bertempat di salah satu hotel di kawasan Sentul City,  Bogor, Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama (WRRK)  2 periode 2008-2012 dan 2012-2017, Prof Anas M Fauzi, melaksanakan 2 hari kebersamaan keluarga besar WRRK, 2-3 Desember 2017. Acara diikuti oleh sebagian besar pimpinan dan staf  di bawah koordinasi WRRK, yaitu Direktorat Kerjasama dan Program Internasional, Direktorat Riset dan Inovasi, serta Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni. Selama 2 hari tersebut diisi dengan aktivitas ramah tamah, pembagian door prizes, dan outbound. Ini adalah periode akhir kepemimpinan Prof Anas sebagai WRRK, mengingat beliau telah menjabat selama 2 periode. Namun demikian, ini bukanlah akhir kebersamaan, masih ada cerita dan perjalanan panjang yang akan dilalui bersama membangun IPB yang lebih baik….


 

Posted in Post | Leave a comment

Kaleidoskop Aktivitas Hendra sebagai Nara Sumber/Fasilitator Kekayaan Intelektual Tahun 2017

Tahun 2017 sudah hampir berakhir, sesaat lagi akan memasuki bulan Desember 2017 dan bersiap-siap untuk menyambut tahun 2018. Berbagai kegiatan di tahun 2017 yang terkait dengan pekerjaan sebagian besar telah selesai dilaksanakan. Selama tahun 2017, Hendra cukup aktif menjadi nara sumber/fasilitator terkait KI, khususnya pada kegiatan pelatihan paten (patent drafting dan patent searching). Secara singkat, berikut disampaikan kaleidoskop aktivitas Hendra sebagai nara sumber/fasilitator kekayaan intelektual (KI) selama tahun 2017. Continue reading

Posted in Post | Leave a comment

Publikasi vs Paten: suatu pilihan atau seiring sejalan?

oleh: Mhd Hendra Wibowo (Koordinator HKI dan Inovasi IPB)

Publikasi ilmiah di jurnal, terutama di jurnal bereputasi internasional telah sejak lama menjadi luaran (output) dari riset yang dilakukan oleh para dosen maupun peneliti. Namun sejak beberapa tahun belakangan kebijakan terhadap luaran riset juga menuntut adanya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yaitu paten, hak cipta, desain industri, merek, desain tata letak sirkuit terpadu (DTLS), dan perlindungan varietas tanaman (PVT). Jumlah HKI, terutama paten menjadi salah satu kriteria dalam borang akreditasi institusi maupun program studi.

Lalu muncul pertanyaan, apakah luaran publikasi dan paten menjadi suatu pilihan? Apakah yang sudah didaftarkan paten tidak dapat dipublikasikan? Atau pertanyaan ekstrimnya apakah paten menghambat publikasi atau sebaliknya? Atau mungkinkah luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya? Penjelasan atas jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas perlu dipahami oleh para dosen dan peneliti, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, bahwa luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya tanpa saling menghambat, asalkan dengan strategi yang tepat. Dalam beberapa kesempatan saya seringkali memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para dosen terkait pertanyaan-pertanyaan di atas.

Paten merupakan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) yang menghasilkan solusi teknik berupa produk maupun proses. Untuk mendapatkan perlindungan paten, terdapat 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diaplikasikan di industri. Syarat kebaruan pada paten berlaku global, artinya pada saat atau sebelum didaftarkan paten, invensi atau hasil riset sejenis belum pernah dipublikasikan di dunia dalam bentuk dan media apapun, baik oleh si peneliti atau inventornya sendiri maupun pihak lain. Syarat kebaruan paten inilah yang seringkali terkesan menjadi “penghalang” dalam proses permohonan paten.

Memang kebaruan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan perlindungan paten. Oleh karenanya, apabila hasil riset sudah sempat dipublikasikan, dalam arti publikasinya telah terbit, maka untuk invensi yang sama persis sudah tidak bisa lagi mendapatkan perlindungan paten, kecuali masih terdapat fitur-fitur atau bagian yang berbeda atau dikembangkan pada produk atau proses yang dihasilkan.

Untuk para dosen/inventor/peneliti yang sedang melakukan riset atau sudah sempat submit publikasi tapi belum terbit, sebaiknya mulai diatur strategi untuk mencapai dua luaran riset sekaligus, yaitu paten dan publikasi. Bagaimana caranya? Pertama, yang ideal adalah jika Anda mempunyai riset yang berpotensi paten, maka daftarkan terlebih dahulu permohonan patennya, baru lakukan publikasi. Pada prinsipnya, hari ini Anda daftarkan paten, pada esok harinya dilakukan publikasi di media apapun sudah aman, dalam arti tidak akan menggugurkan syarat kebaruan dalam permohonan paten. Untuk melakukan promosi dan publikasi suatu invensi tidak harus menunggu sampai permohonan paten granted. Kedua, jika memungkinkan, Anda bisa memilah data dari hasil riset menjadi dua kelompok, kelompok pertama untuk publikasi di jurnal ilmiah dan kelompok kedua untuk diajukan permohonan paten. Ketiga, Anda dapat men-submit usulan artikel publikasi ke jurnal dan secara paralel melakukan proses permohonan paten. Submit publikasi di jurnal tidak berarti artikel Anda langsung diterbitkan, pastinya masih terdapat beberapa proses yang harus dilalui, misalnya proses peer review, antrian untuk diterbitkan, dan lain-lain, yang tentunya memerlukan waktu yang tidak cepat, umumnya paling cepat 6 bulan, untuk jurnal bereputasi internasional bahkan bisa memerlukan waktu 1-2 tahun. Karenanya, selama proses submit tersebut atau selama artikel masih menunggu untuk diterbitkan (belum terbit), Anda dapat memproses permohonan paten. Dengan ketiga strategi tersebut, kedua luaran riset, yaitu paten dan publikasi dapat dicapai, para dosen maupun peneliti tidak harus memilih salah satunya tetapi keduanya dapat dicapai dan seiring sejalan.

Posted in Post | Leave a comment

Bersama Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) membangun kemandirian Indonesia

Foto Pengurus

Indonesia memiliki peluang menjadi Negara yang berdaya saing berbasis pengembangan kekayaan intelektual. Hal ini didasarkan pada dua alasan, yakni; Pertama, keberadaan sumber daya manusia yang sangat besar; Kedua, kekayaan budaya yang sangat beraneka ragama. Namun demikian, pengembangan kekayaan intelektual yang akan menciptakan Indonesia sebagai Negara yang berdaya saing ini harus didukung oleh pemenuhan beberapa persyaratan. Pemenuhan persyaratan tersebut di antaranya adanya dorongan optimalisasi peran institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan institusi riset dan pengembangan yang menjalankan aktivitas riset berkualitas dengan ditopang oleh sentra kekayaan intelektual (unit pengelolaan kekayaan intelektual) yang handal dan profesional. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki kira-kira 120 sentra kekayaan intelektual yang ada di institusi perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang). Sentra kekayaan intelektual tersebut, dalam kenyataannya telah mampu berperan untuk meningkatkan aktivitas riset yang berkualitas dan teraplikasikan di dalam masyarakat, khususnya masyarakat industri. Bukti nyata dari hal tersebut telah cukup banyak sentra kekayaan intelektual mendorong hasil riset di perguruan tinggi, kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah agar dapat memiliki kekayaan intelektual, khususnya paten dan hilirisasi paten ke dalam kegiatan industri.

Menyadari kenyataan tersebut di atas, pada tanggal 30 Oktober 2017 seluruh sentra kekayaan intelektual Indonesia telah bersepakat dan berkomitmen untuk meningkatkan peranannya dalam hal mendukung aktivitas riset yang menghasilkan kekayaan intelektual melalui Pembentukan Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia yang disingkat ASKII, dan Sentra Kekayaan Intelektual Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk menjadi salah satu pendiri awal. Untuk merealisasikan harapan ini, ASKII telah menetapkan visi menjadi institusi terpercaya, profesional, responsif, dan mandiri dalam pengelolaan kekayaan intelektual, sedangkan misinya (1) Mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik dan ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa dan Negara; (2) Berperan dalam bidang kekayaan intelektual baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam implementasinya yang dipengaruhi oleh elemen-elemen di luar pemerintah; (3) Mewujudkan sistem perlindungan kekayaan intelektual bagi sentra kekayaan intelektual dan masyarakat yang efektif dan efisien; (4) Mewujudkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional.

ASKII sendiri telah menetapkan tujuan pendirianya untuk (1) Mendorong berkembangnya pengelolaan kekayaan intelektual yang akan berpengaruh kepada pembangunan nasional; (2) Memfasilitasi keinginan dan potensi masyarakat pada program pembangunan nasional terkait dengan kekayaan intelektual untuk pemberdayaan masyarakat; (3) Mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai keluhuran komunal masyarakat bangsa dan negara terkait dengan kekayaan intelektual; (4) Mengembangkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional; dan (5) Meningkatkan peran sentra kekayaan intelektual Indonesia dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Saat ini ASKII telah terbentuk dengan struktur kelembagaan terdiri dari; Ketua Umum, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Bendahara dan Wakil Bendahara, Ketua Bidang I (Kebijakan dan Advokasi), Ketua Bidang II (Keorganisasian dan Keanggotaan), Ketua Bidang III (Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual), Ketua Bidang IV (Publikasi dan Teknologi Informasi), Ketua Bidang V (Kerjasama dan Koordinasi Wilayah). Di samping struktur di atas ASKII memiliki tiga koordinator wilayah, yakni Wilayah Barat, Wilayah Tengah, dan Wilayah Timur.

Sumber: Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII)

Posted in Post | Leave a comment