IPB Selenggarakan Tribute to Innovators 2017

Tribute to Innovators 1

Inovasi menjadi salah kata kunci penting untuk peningkatan daya saing suatu bangsa, dimana peran inovasi bidang teknologi dan sosial menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan. Melalui berbagai program pengembangan perusahaan rintisan (start-up), IPB berusaha mempercepat proses hilirisasi hasil riset (inovasi) yang sudah dirasakan manfaatnya dalam mendukung pembangunan pertanian dalam arti luas. Melalui usaha yang terstruktur sejak tahun 2008, IPB telah mempraktekan proses bisnis hilirisasi inovasi yang melibatkan sinergisme beberapa unit kerja, sejak dilaksanakannya kegiatan penelitian, identifikasi hasil penelitian yang bermanfaat, pendaftaran inovasi propektif, seleksi insentif inovasi, calon perusahaan pemula, inkubasi teknologi hingga pembinaan techno-socio-preneur.

IPB saat ini merupakan perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi terbanyak di Indonesia, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2008-2017), IPB mendominasi daftar Karya Inovatif Indonesia Paling Prospektif hasil seleksi Business Innovation Center (BIC). Kontribusi IPB selama sepuluh tahun terakhir mencapai 407 inovasi dari total 1045 inovasi Indonesia atau sebanyak 38.95%, sehingga dengan capaian yang diraih dapat dikatakan bahwa IPB dapat dikategorikan sebagai kampus inovasi. Selain itu, di tahun 2017, IPB juga memperoleh penghargaan “Anugerah IPTEK Widyapadhi 2017” dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Penghargaan tersebut merupakan anugerah atau apresiasi kepada perguruan tinggi atas prestasinya dalam penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi melalui penguatan kelembagaan, sumberdaya manusia dan jaringan inovasi.

Prestasi dan capaian yang telah diraih oleh IPB tersebut tentunya tidak terlepas dari peran serta dan dukungan dari berbagai pihak, terutama para dosen/peneliti/ inovator/inventor yang telah menghasilkan berbagai karyanya yang inovatif serta unit – unit terkait yang menunjang terciptanya budaya berinovasi di lingkungan IPB. Kegiatan penghargaan dan perhatian sangat diperlukan sebagai sarana memberikan motivasi kepada dosen, peneliti, dan unit kerja terkait untuk terus berinovasi. Melalui kegiatan “Tribute to Innovators 2017” ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para dosen, peneliti, inovator dan unit kerja yang ada di lingkungan IPB.

Kegiatan Tribute to Innovators 2017 ini merupakan rangkaian acara Malam Apresiasi Inovator dan Mitra IPB 2017. Tribute to Innovators ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan oleh IPB, setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2015. Tribute to Innovators 2017 ini memberikan apresiasi kepada para Inovator IPB penghasil inovasi tahun 2016-2017.

Selamat atas prestasi yang telah diraih oleh para inovator IPB, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya dan kerja keras para inovator IPB dalam menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat dan berdampak pada masyarakat dan industri serta turut serta dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Sumber: Direktorat Riset dan Inovasi IPB

Posted in Post | Leave a comment

Kebersamaan Keluarga Besar wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama (WRRK) Diakhir Periode 2012-2017

IMG_20171203_113944
Bertempat di salah satu hotel di kawasan Sentul City,  Bogor, Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama (WRRK)  2 periode 2008-2012 dan 2012-2017, Prof Anas M Fauzi, melaksanakan 2 hari kebersamaan keluarga besar WRRK, 2-3 Desember 2017. Acara diikuti oleh sebagian besar pimpinan dan staf  di bawah koordinasi WRRK, yaitu Direktorat Kerjasama dan Program Internasional, Direktorat Riset dan Inovasi, serta Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni. Selama 2 hari tersebut diisi dengan aktivitas ramah tamah, pembagian door prizes, dan outbound. Ini adalah periode akhir kepemimpinan Prof Anas sebagai WRRK, mengingat beliau telah menjabat selama 2 periode. Namun demikian, ini bukanlah akhir kebersamaan, masih ada cerita dan perjalanan panjang yang akan dilalui bersama membangun IPB yang lebih baik….


 

Posted in Post | Leave a comment

Kaleidoskop Aktivitas Hendra sebagai Nara Sumber/Fasilitator Kekayaan Intelektual Tahun 2017

Tahun 2017 sudah hampir berakhir, sesaat lagi akan memasuki bulan Desember 2017 dan bersiap-siap untuk menyambut tahun 2018. Berbagai kegiatan di tahun 2017 yang terkait dengan pekerjaan sebagian besar telah selesai dilaksanakan. Selama tahun 2017, Hendra cukup aktif menjadi nara sumber/fasilitator terkait KI, khususnya pada kegiatan pelatihan paten (patent drafting dan patent searching). Secara singkat, berikut disampaikan kaleidoskop aktivitas Hendra sebagai nara sumber/fasilitator kekayaan intelektual (KI) selama tahun 2017. Continue reading

Posted in Post | Leave a comment

Publikasi vs Paten: suatu pilihan atau seiring sejalan?

oleh: Mhd Hendra Wibowo (Koordinator HKI dan Inovasi IPB)

Publikasi ilmiah di jurnal, terutama di jurnal bereputasi internasional telah sejak lama menjadi luaran (output) dari riset yang dilakukan oleh para dosen maupun peneliti. Namun sejak beberapa tahun belakangan kebijakan terhadap luaran riset juga menuntut adanya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yaitu paten, hak cipta, desain industri, merek, desain tata letak sirkuit terpadu (DTLS), dan perlindungan varietas tanaman (PVT). Jumlah HKI, terutama paten menjadi salah satu kriteria dalam borang akreditasi institusi maupun program studi.

Lalu muncul pertanyaan, apakah luaran publikasi dan paten menjadi suatu pilihan? Apakah yang sudah didaftarkan paten tidak dapat dipublikasikan? Atau pertanyaan ekstrimnya apakah paten menghambat publikasi atau sebaliknya? Atau mungkinkah luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya? Penjelasan atas jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas perlu dipahami oleh para dosen dan peneliti, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, bahwa luaran riset berupa publikasi dan paten dapat dicapai keduanya tanpa saling menghambat, asalkan dengan strategi yang tepat. Dalam beberapa kesempatan saya seringkali memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para dosen terkait pertanyaan-pertanyaan di atas.

Paten merupakan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) yang menghasilkan solusi teknik berupa produk maupun proses. Untuk mendapatkan perlindungan paten, terdapat 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diaplikasikan di industri. Syarat kebaruan pada paten berlaku global, artinya pada saat atau sebelum didaftarkan paten, invensi atau hasil riset sejenis belum pernah dipublikasikan di dunia dalam bentuk dan media apapun, baik oleh si peneliti atau inventornya sendiri maupun pihak lain. Syarat kebaruan paten inilah yang seringkali terkesan menjadi “penghalang” dalam proses permohonan paten.

Memang kebaruan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan perlindungan paten. Oleh karenanya, apabila hasil riset sudah sempat dipublikasikan, dalam arti publikasinya telah terbit, maka untuk invensi yang sama persis sudah tidak bisa lagi mendapatkan perlindungan paten, kecuali masih terdapat fitur-fitur atau bagian yang berbeda atau dikembangkan pada produk atau proses yang dihasilkan.

Untuk para dosen/inventor/peneliti yang sedang melakukan riset atau sudah sempat submit publikasi tapi belum terbit, sebaiknya mulai diatur strategi untuk mencapai dua luaran riset sekaligus, yaitu paten dan publikasi. Bagaimana caranya? Pertama, yang ideal adalah jika Anda mempunyai riset yang berpotensi paten, maka daftarkan terlebih dahulu permohonan patennya, baru lakukan publikasi. Pada prinsipnya, hari ini Anda daftarkan paten, pada esok harinya dilakukan publikasi di media apapun sudah aman, dalam arti tidak akan menggugurkan syarat kebaruan dalam permohonan paten. Untuk melakukan promosi dan publikasi suatu invensi tidak harus menunggu sampai permohonan paten granted. Kedua, jika memungkinkan, Anda bisa memilah data dari hasil riset menjadi dua kelompok, kelompok pertama untuk publikasi di jurnal ilmiah dan kelompok kedua untuk diajukan permohonan paten. Ketiga, Anda dapat men-submit usulan artikel publikasi ke jurnal dan secara paralel melakukan proses permohonan paten. Submit publikasi di jurnal tidak berarti artikel Anda langsung diterbitkan, pastinya masih terdapat beberapa proses yang harus dilalui, misalnya proses peer review, antrian untuk diterbitkan, dan lain-lain, yang tentunya memerlukan waktu yang tidak cepat, umumnya paling cepat 6 bulan, untuk jurnal bereputasi internasional bahkan bisa memerlukan waktu 1-2 tahun. Karenanya, selama proses submit tersebut atau selama artikel masih menunggu untuk diterbitkan (belum terbit), Anda dapat memproses permohonan paten. Dengan ketiga strategi tersebut, kedua luaran riset, yaitu paten dan publikasi dapat dicapai, para dosen maupun peneliti tidak harus memilih salah satunya tetapi keduanya dapat dicapai dan seiring sejalan.

Posted in Post | Leave a comment

Bersama Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) membangun kemandirian Indonesia

Foto Pengurus

Indonesia memiliki peluang menjadi Negara yang berdaya saing berbasis pengembangan kekayaan intelektual. Hal ini didasarkan pada dua alasan, yakni; Pertama, keberadaan sumber daya manusia yang sangat besar; Kedua, kekayaan budaya yang sangat beraneka ragama. Namun demikian, pengembangan kekayaan intelektual yang akan menciptakan Indonesia sebagai Negara yang berdaya saing ini harus didukung oleh pemenuhan beberapa persyaratan. Pemenuhan persyaratan tersebut di antaranya adanya dorongan optimalisasi peran institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan institusi riset dan pengembangan yang menjalankan aktivitas riset berkualitas dengan ditopang oleh sentra kekayaan intelektual (unit pengelolaan kekayaan intelektual) yang handal dan profesional. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki kira-kira 120 sentra kekayaan intelektual yang ada di institusi perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang). Sentra kekayaan intelektual tersebut, dalam kenyataannya telah mampu berperan untuk meningkatkan aktivitas riset yang berkualitas dan teraplikasikan di dalam masyarakat, khususnya masyarakat industri. Bukti nyata dari hal tersebut telah cukup banyak sentra kekayaan intelektual mendorong hasil riset di perguruan tinggi, kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah agar dapat memiliki kekayaan intelektual, khususnya paten dan hilirisasi paten ke dalam kegiatan industri.

Menyadari kenyataan tersebut di atas, pada tanggal 30 Oktober 2017 seluruh sentra kekayaan intelektual Indonesia telah bersepakat dan berkomitmen untuk meningkatkan peranannya dalam hal mendukung aktivitas riset yang menghasilkan kekayaan intelektual melalui Pembentukan Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia yang disingkat ASKII, dan Sentra Kekayaan Intelektual Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk menjadi salah satu pendiri awal. Untuk merealisasikan harapan ini, ASKII telah menetapkan visi menjadi institusi terpercaya, profesional, responsif, dan mandiri dalam pengelolaan kekayaan intelektual, sedangkan misinya (1) Mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik dan ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa dan Negara; (2) Berperan dalam bidang kekayaan intelektual baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam implementasinya yang dipengaruhi oleh elemen-elemen di luar pemerintah; (3) Mewujudkan sistem perlindungan kekayaan intelektual bagi sentra kekayaan intelektual dan masyarakat yang efektif dan efisien; (4) Mewujudkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional.

ASKII sendiri telah menetapkan tujuan pendirianya untuk (1) Mendorong berkembangnya pengelolaan kekayaan intelektual yang akan berpengaruh kepada pembangunan nasional; (2) Memfasilitasi keinginan dan potensi masyarakat pada program pembangunan nasional terkait dengan kekayaan intelektual untuk pemberdayaan masyarakat; (3) Mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai keluhuran komunal masyarakat bangsa dan negara terkait dengan kekayaan intelektual; (4) Mengembangkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional; dan (5) Meningkatkan peran sentra kekayaan intelektual Indonesia dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Saat ini ASKII telah terbentuk dengan struktur kelembagaan terdiri dari; Ketua Umum, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Bendahara dan Wakil Bendahara, Ketua Bidang I (Kebijakan dan Advokasi), Ketua Bidang II (Keorganisasian dan Keanggotaan), Ketua Bidang III (Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual), Ketua Bidang IV (Publikasi dan Teknologi Informasi), Ketua Bidang V (Kerjasama dan Koordinasi Wilayah). Di samping struktur di atas ASKII memiliki tiga koordinator wilayah, yakni Wilayah Barat, Wilayah Tengah, dan Wilayah Timur.

Sumber: Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII)

Posted in Post | Leave a comment

IPB menjadi Anggota Technology and Innovation Support Center (TISC) WIPO

 MoU TISC 1_resize MoU TISC 3 resize

Selasa, 31 Oktober 2017, Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi menjadi salah satu anggota Technology and Innovation Support Centers (TISC) World Intelectual Property Organization (WIPO) sebagai Host Institution. Bergabungnya IPB sebagai salah satu Host Institution di Indonesia disahkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IPB dengan Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.  Continue reading

Posted in Post | Leave a comment

KONSEP PENGELOLAAN, FUNGSI, DAN AKTIVITAS SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK (STP)

Perbandingan beberapa STP dan Konsep Pengembangan IPB Science Techno Park [1]

Oleh: Mhd Hendra Wibowo[2]

Berdasarkan sejarahnya, Science and Technology Park (STP) atau Taman Sains dan Teknologi (TST) pertama kali didirikan oleh Stanford University pada tahun 1951 dengan nama Stanford Industrial Park, yang telah mengubah kawasan Silicon Valley dari salah satu wilayah termiskin di Amerika Serikat menjadi pusat teknologi, keuangan, pendidikan dan penelitian global. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di dalam situs web-nya merangkum beberapa definisi STP sebagai berikut:

  • menurut International Association of Science Parks (IASP), taman sains adalah sebuah organisasi yang dikelola oleh para profesional berkeahlian khusus, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya inovasi dan daya saing bisnis dan institusi berbasis pengetahuan.
  • menurut United Kingdom Science Park Association (UKSPA), taman sains adalah dukungan bisnis dan inisiatif alih teknologi yang mendorong dan mendukung start-up dan inkubasi inovasi, serta bisnis berbasis pengetahuan.
  • American Association of University Research Parks mendefinisikan taman riset (research park) secara eksplisit sebagai properti dan bangunan yang dirancang terutama untuk fasilitas riset dan pengembangan pribadi/publik, teknologi tinggi dan perusahaan berbasis sains, serta layanan pendukung lainnya.

Di Indonesia, pengembangan STP telah didorong oleh Pemerintah sejak tahun 2002, yang diatur dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU 18/2002). Pasal 14 UU 18/2002 menyatakan bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau badan usaha dapat membangun kawasan, pusat peragaan, serta sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi lain untuk memfasilitasi sinergi dan pertumbuhan unsur-unsur kelembagaan dan menumbuhkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan masyarakat”. Pasal ini memberikan kesempatan dan mendorong semua pihak, pemerintah dan swasta untuk mengembangkan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti kawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (science and technology park) yang dapat memfasilitasi sinergi dan pertumbuhan serta interaksi unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menumbuhkan kecintaan dan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, pengembangan STP dinilai sebagai langkah strategis bangsa dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan teknologi dari perguruan tinggi dan lembaga riset dan pengembangan (risbang) agar dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat. Pengembangan STP menjadi bagian dari visi misi Presiden RI yang tertuang dalam Nawa Cita ke-6, yaitu membangun sejumlah science and techno park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 telah menetapkan akan membangun 100 buah STP di seluruh wilayah Indonesia.

Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memperkenalkan secara resmi IPB Science Techno Park yang berlokasi di kampus IPB Taman Kencana, Kota Bogor pada September 2016 dalam rangka Dies Natalis IPB ke-53. IPB Science Techno Park merupakan area terintegrasi untuk penelitian, pengembangan dan komersialisasi produk pertanian, kelautan, dan biosains tropika yang didukung fasilitas terkonsolidasi, infrastruktur yang sangat baik, efektivitas aturan dan regulasi yang kondusif. IPB Science Techno Park dikelola secara profesional dan nantinya akan menjadi salah satu anak perusahaan PT Bogor Life Science and Technology (PT BLST), perusahaan induk IPB. Pembangunan dan pengembangan IPB Science Techno Park terus dilakukan, baik secara fisik (bangunan) mupun konsep, termasuk konsep pengelolaan, fungsi, dan aktivitasnya. Kajian ini dilakukan untuk memberikan masukan kepada PT BLST dalam mengembangkan konsep pengelolaan, fungsi, dan aktivitas IPB Science Techno Park. Kajian dilakukan berdasarkan studi literatur dengan membandingkan fungsi dan aktivitas beberapa STP dan menganalisisnya menjadi suatu rumusan konsep pengembangan IPB Science Techno Park.

Lebih detail lihat artikel KONSEP PENGELOLAAN, FUNGSI, DAN AKTIVITAS SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK

[1] Studi literatur dalam rangka meninjau konsep pengembangan IPB Science Techno Park tahun 2017.

[2] Koordinator HKI dan Inovasi, Direktorat Riset dan Inovasi IPB.

Posted in Post | Leave a comment

Menerima Kunjungan Kepala Balitbangda Provinsi Papua

Balitbangda Papua

Tanpa ada perjanjian pada hari-hari sebelumnya, pada hari Senin, 11 September 2017, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua, Bapak Omah Laduani Ladamai, berkunjung ke kantor Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB untuk meng-inisiasi kerjasama pengembangan nilai tambah dari produk-produk berbasis bahan baku dan keunggulan lokal. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi di booth IPB saat acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar (10 Agustus 2017). Pada intinya Bapak Laduani berharap dapat bekerjasama dengan IPB dalam pengembangan inovasi untuk memberikan nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh Provinsi Papua, seperti ubi jalar dan sagu.

Posted in Post | Leave a comment

Sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI) dalam Kegiatan IIEE 2017

Subdit Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Inovasi – Direktorat Riset dan Inovasi IPB (Sentra KI IPB), turut berpartisipasi dengan mengisi salah satu booth di kegiatan IPB Innovation & Entrepreneurship Expo (IIEE) 2017. Kegiatan sejenis IIEE selalu dilaksanakan oleh IPB setiap tahun dalam rangka diseminasi dan hilirisasi inovasi IPB, meskipun dengan bentuk dan nama yang berbeda. Tahun 2017, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara Dies Natalis IPB ke-54 pada tanggal 8-10 September 2017 di salah satu Pusat Perbelanjaan terbesar di Bogor, yaitu di Mall Botani Square.

Booth Subdit HKI dan Inovasi DRI IPB memberikan jasa layanan konsultasi tentang KI, khususnya terkait proses pendaftaran atau pengurusan KI kepada para pengunjung IIEE 2017. Informasi yang ditanyakan oleh para pengunjung booth Subdit HKI dan Inovasi DRI IPB cukup beragam, ada yang hanya sekedar ingin tahu apa itu KI, tetapi ada yang cukup serius dan detail tentang proses pendaftaran KI ke DJKI, yang sebagian besar bertanya tentang Merek.

Kegiatan seperti IIEE ini sangat bagus dan menjadi sarana untuk meng-edukasi masyarakat tentang KI, apalagi jika dilaksanakan di salah satu pusat perbelanjaan (mall). Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh tim Subdit HKI dan Inovasi DRI IPB, sehingga dapat terjalin kerjasama dengan masyarakat luas. Continue reading

Posted in Post | Leave a comment

IPB Innovation and Entrepreneurship Expo (IIEE) 2017

Poster IIEE 2017 REV 5

Continue reading

Posted in Post | Leave a comment